RATU BOTANI SOLO MENJADI ANAK ANGKAT PERUSAHAAN PT INDUSTRI JAMU DAN FARMASI SIDO MUNCUL TBK (SIDO MUNCUL)

  • Oct 20, 2024
  • Bambang eka purnama
  • Ekonomi & Bisnis

SOLO - Dalam rangkaian kick off Program Orang Tua Angkat UMKM Obat Bahan Alam dan Kosmetik dan penandatanganan komitmen kerja sama antara Orang Tua Angkat UMKM dengan UMKM Anak Angkat yang diselenggarakan di Bandung, 16 Oktober 2024. PT Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul Tbk merupakan salah satu perusahaan yang berkontribusi menjadi Orang Tua Angkat Obat Bahan Alami.

UMKM jamu dan kosmetik asal Surakarta, Ratu Botani Solo milik Yeni Ermaningsih menjadi anak angkat dari PT Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul Tbk. Yeni Ermaningsih juga merupakan ketua Asosiasi Pawon Rempah Solo (PARESO) yang mana didalam Asosiasi ini terdiri dari produsen produk rempah dan turunannya yang mencakup Solo Raya.

Penandatangan yang dilakukan oleh Irwan Hidayat selaku CEO PT Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul Tbk dan Yeni Ermaningsih selaku CEO Ratu botani Solo disaksikan oleh Kepala BPOM RI Prof dr Taruna ikrar M.biomed.ph.D dan Direktur Jaringan dan Retail Banking Bank Mandiri Aquarius Rudianto.

UMKM itu akan dibina dari segi produksi, desain produk, hingga pemasaran. Harapannya, Ratu Botani Solo bisa terus berkembang pesat dalam industri obat herbal nasional. "(Kami akan) membagikan pengalaman dan memberikan akses produksi yang baik (kepada Ratu Botani Solo). Pemasaran yang bisa kami bantu, masukan soal desain dan marketing, saya sendiri yang langsung telepon. Saya dan tim akan terjun langsung (membantu mereka)," ucap Irwan Hidayat.

Sebagai orangtua angkat, Sido Muncul akan membagikan pengalamannya selama puluhan tahun bergelut di industri jamu dan kosmetik nasional. Pada program tersebut, Irwan bersama timnya akan terjun langsung memberikan pembinaan dan pengawasan kepada Ratu Botani Solo.
Industri jamu di Indonesia memiliki potensi besar karena beberapa faktor. Pertama, ada minat yang meningkat terhadap produk kesehatan alami dan herbal, seiring dengan kesadaran masyarakat akan manfaat kesehatan.

Kedua, kekayaan biodiversitas Indonesia menyediakan banyak bahan baku untuk jamu yang berkualitas. Selain itu, dukungan pemerintah dalam promosi produk lokal dan peningkatan standardisasi serta sertifikasi juga memperkuat industri ini.

Pasar ekspor jamu juga menunjukkan pertumbuhan, terutama di negara-negara yang mencari alternatif
pengobatan alami. Inovasi dalam pengolahan, pemasaran, dan branding juga menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing jamu di pasar global. Dengan memanfaatkan teknologi dan penelitian, industri
berkembang dan memenuhi permintaan yang semakin meningkat. #Rizka Romadhon